Ads Top

Jubir Gus Dur: Kenaikan TDL 900 VA Kebijakan yang Ingkari Pancasila Sila Kedua dan Kelima!

Jubir Gus Dur: Kenaikan TDL 900 VA Kebijakan yang Ingkari Pancasila Sila Kedua dan Kelima!

Sujanews.com —   Tugas pertama dan utama Unit Kerja Presiden (UKP) bidang Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP PIP) adalah mengkoreksi kebijakan Pemerintahan Joko Widodo yang mengingkari Pancasila. Di antaranya kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Penegasan itu disampaikan mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie M Massardi melalui akun Twitter @AdhieMassardi. “Tugas pertama dan utama UKP PI Pancasila pimpinan Yudi Latif dan Megawati adalah ngoreksi kebijakan pemerintah yang ingkari Pancasila (kenaikan TDL dll),” tegas @AdhieMassardi.

Dengan tegas tokoh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini menyatakan kenaikan TDL untuk daya 900 VA akibat pencabutan subsidi, merupakan kebijakan yang ingkari Pancasila sila kedua.

“Ini kebijakan yang ingkari Pancasila (sila 2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sila 5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) SAYA PANCASILA,” tulis @AdhieMassardi meretwet kicauan akun  @yulianis13450 milik Yulianis, kolega Nazaruddin.

Sebelumnya @yulianis13450 menulis: “Dari 605 ke 1.467..... naik lebih dari 100%..... emang rakyat ngutang sama pemerintah ya.... cc yang mulia Bapak @jokowi.”

Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief, sempat menegaskan bahwa menaikkan tarif dasar listrik (TDL) secara diam-diam bisa berbahaya, karena hal itu dirasakan langsung oleh rakyat. Dalam kondisi seperti itu dipoles dengan pencitraan apapun akan sulit bagi rezim penguasa.

Seperti diketahui, jika diukur dari tahun 2016, kenaikan TDL hingga 1 Juli 2017 mencapai 250% atau 2,5 kali lipat dalam kurun 1,5 tahun. Uniknya, di era Presiden SBY, kenaikan TDL sebesar 15% saja mengundang aksi protes dari PDIP.  [Sujanews.com]





Sumber: itoday


FOLLOW

    


loading...



No comments:

Powered by Blogger.