Ads Top

Lieus: Tuduhan Makar Dan Intoleran Datang Dari Tokoh Yang Sudah Nyaman

Lieus: Tuduhan Makar Dan Intoleran Datang Dari Tokoh Yang Sudah Nyaman

Sujanews.com —   Tuduhan makar dan intoleran kepada kelompok Islam yang menuntut hukuman maksimal bagi terdakwa kasus penistaan agama, sebetulnya tuduhan yang tidak berdasar sama sekali.

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, mengatakan, provokasi yang mengarah pada tuduhan intoleran dan radikalisme yang kemudian diarahkan ke isu kudeta terhadap Presiden Jokowi, datang dari orang-orang yang selama ini berada dalam status sosial yang nyaman.

"Tuduhan adanya intoleransi dan radikalisme itu justru muncul lahir dari orang-orang seperti Hendardi atau Todung Mulia Lubis yang selama ini sudah merasa nyaman dengan status sosial yang dia sandang," kata Lieus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/5).

Lieus meminta Presiden Jokowi tidak terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan provokatif itu. Adalah lebih baik bila Jokowi fokus menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi tuntutan rakyat.

"Misalnya, peningkatan kesejahteraan rakyat, jangan lindungi penista agama dan hentikan kebangkitan PKI di seluruh wilayah NKRI," ujar Lieus.

Sebelumnya ia mengkritik pernyataan Ketua Setara Institute, Hendardi, yang menyebut Panglima TNI telah offside karena membantah isu upaya makar. Ia menyebut Hendardi merendahkan integritas institusi TNI.

"Saya malah melihat justru Hendardi yang gagal paham terhadap pernyataan Panglima TNI. Kalau Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku tersinggung jika aksi bela Islam dikaitkan dengan upaya kudeta, itu adalah fakta. Sebagai orang yang ikut turun ke lapangan bersama-sama umat Islam, sejauh ini saya melihat tidak ada indikasi kudeta itu," kata Lieus, dalam keterangan tertulis.

Menurut Lieus, apa yang dituntut umat Islam hanyalah penegakan keadilan. Tidak sedikit pun ia melihat ada upaya makar. Umat Islam hanya menuntut perlakuan hukum yang sama terhadap Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai terdakwa kasus penistaan agama.  [Sujanews.com]


FOLLOW

    


loading...



No comments:

Powered by Blogger.