Miliki Pengalaman Global, Jakarta Butuh Calon Berpengetahuan Luas dan Mumpuni seperti Cagub Ini

Miliki Pengalaman Global, Jakarta Butuh Calon Berpengetahuan Luas dan Mumpuni seperti Cagub Ini

Sujanews.com —  Apabila dikaitkan dengan hiruk pikuknya akibat tidak datangnya pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat di acara debat di salah satu stasiun swasta dengan tuduhan bahwa dirinya takut mengahadapi Ahok, nampaknya tidak akan berlaku jika mengetahui mantan Menteri itu mempunyai segudang pengalaman yang tidak diragukan.

Salah satu dari sekian banyaknya pengalaman Anies ternyata tidak hanya berkutat di dalam negeri saja, melainkan juga di luar negeri. Sehingga wawasan Anies dikatakan oleh Shamsi Ali, yang mengenalnya cukup lama sebagai calon yang mumpuni.

“Anies tidak saja memang wawasannya sangat mendunia. Tapi pengalamannya melanglang buana menuntut ilmu di luar negeri, menjadikannya memiliki kemampuan global yang mumpuni. Dunia kita saat ini adalah dunia global.

Jakarta sebagai ibukota memerlukan pemimpin yang berwawasan dan memiliki pengalaman global itu. Jika tidak maka Jakarta akan tergilas oleh laju globalisasi yang semakin dahsyat,”demikian katanya, melalui rilis, Selasa (4/04/2017) yang didapat voa-islam.com.

Menurut imam masjid di salah satu kota di New York ini, Anies juga memiliki keseimbangan dalam segala hal. Antara wawasan membangun Jakarta di bidang fisikalnya dan wawasan membangun Jakarta di bidang kemanusiaannya.

“Sebagai tamatan Amerika pembangunan fisikal perkotaan bukan sesuatu yang asing. Perhatikan kota New  York itu. Tapi sebagai pendidik Anies sadar bahwa pembangunan material tanpa pembangunan kemanusiaan, pada akhirnya akan menjerumuskan manusia ke dalam lobang inhumanitas (manusia tanpa kemanusiaan).”

Anies pun juga disebut memiliki kepribadian dan karakter yang memihak kepada mereka yang termarjinalkan. Walaupun datang dari kalangan keluarga pejuang, dan beliau sendiri secara pribadi sukses, namun tetap menjalani hidup sederhana. Karakter dan kepribadian ini yang nantinya akan diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan publiknya.

“Ambisi Jakarta untuk membangun tidak semestinya merendahkan aspek ‘compassion’ atau belas kasih kepada mereka yang lemah. Hukum dan keadilan itu selalu dibarengi oleh karakter ‘Al-Ihsan’ [Sujanews.com]

Comments