Ads Top

Astagfirullah, Pemerintah Cabut Perda Bernuansa Islam Benarkah Langgar HAM?

Astagfirullah, Pemerintah Cabut Perda Bernuansa Islam Benarkah Langgar HAM?

Sujanews.com —   Kebijakan rezim pemerintahan Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo yang mencabut seluruh Perda  bernuansa Islam adalah keputusan yang keliru dan merampas hak-hak konstitusional masyarakat terutama Umat Islam di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Dewan Imamah Gerakan Islam Pengawal NKRI (GIP NKRI) Prof Hasim Purba seperti dikutip dari Harianamanah.com, Kamis (13/4/2017).

"Pemerintah seharusnya mempelajari secara benar dan objektif perkembangan sejarah hukum di Indonesia. Hukum Islam sudah menjadi hukum yang hidup (the living law) dalam masyarakat indonesia sejak Abad ke-8 H/14 M sebelum lahirnya bangsa ini sebagai bangsa yang merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945,” katanya.

Hasim menjelaskan bahwa sebagai hukum yang hidup dalam masyarakat Indonesia maka hukum Islam juga sudah menjadi akar budaya mayoritas masyarakat Indonesia yang dijadikan tatanan sosial dalam seluruh aspek kehidupannya yang secara akademik hukum dikenal dalam teori "receptio in complexu" artinya suatu masyarakat hukum ( adat) akan memberlakukan aturan-aturan  yang hidup dalam masyarakatnya adalah hukum agama yang mereka anut.

"Hukum Islam baik yang menyangkut Aqidah (Belief), Syariah (Law), dan Akhlaq (Character & Wisdom) sudah meresap ke dalam seluruh aspek kehidupan Umat Islam di Indonesia. Jadi kalau pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mencabut semua Perda yang bernuansa Islam, maka sebenarnya pemerintah sedang melakukan tindakan yang keliru,” jelasnya.

Oleh karena itu, Pemerintah hendaknya tidak bersikap apriori terhadap keberadaan perda-perda yang bernuansa Islam, sebagai sesuatu yang berpotensi memecah belah bangsa atau diskriminatif, akan tetapi seharusnya Pemerintah lebih mendorong efektivitas  perda-perda bernuansa Islam tersebut menjadi  tatanan sosial positif untuk menuntun masyarakat dapat berprilaku sesuai amanah perda dalam rangka mewujudkan suatu kehidupan masyarakat madani.  [Sujanews.com]


FOLLOW

    


loading...



No comments:

Powered by Blogger.