Bukan Makar, Umat Islam Tuntut Penista Agama Dipenjara

Bukan Makar, Umat Islam Tuntut Penista Agama Dipenjara

Sujanews.com —   Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga berpendapat, tak ada unsur makar dalam sejumlah aksi demo menuntut penegakan hukum terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang diduga melakukan penistaan agama, termasuk Aksi 313 yang digelar hari ini, Jumat (31/3).

Isu lainnya yang terbantahkan yakni soal kudeta terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Rico, aksi massa tetap berpegang teguh pada niat awal, yakni aksi damai.

Rico mencontohkan, jika aksi damai 411 atau 212 dipolitisasi oleh pihak tertentu, maka seharusnya dengan jumlah massa yang mencapai jutaan, dan ditambah adanya kesepakatan bersama antara militer dan massa, sangatlah mungkin dan mudah menjatuhkan rezim Presiden Jokowi. Tapi faktanya, hal itu tidak terjadi dan ini menepis dugaan adanya kudeta.

"Demo selama ini massa menuntut keadilan atas kasus Ahok (Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama) ditegakkan. Tidak ada kaitan dengan makar, termasuk menjatuhkan Jokowi," kata Rico saat dihubungi.

Rico menambahkan, bahwa yang mampu melakukan kudeta terhadap pemimpin negara adalah militer yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap.

"Di mana-mana yang bisa melakukan kudeta adalah militer, rakyat nggak punya senjata. Nggak ada sejarah kudeta rakyat. Jadi tuduhan kudeta terhadap tokoh-tokoh itu berlebihan," ujar Rico.
Fakta ini juga menguatkan fakta lainnya, yang menunjukkan bahwa demo umat Islam merupakan murni kegelisahan dan kemarahan rakyat atas lambatnya kejelasan proses hukum dan terkesan ada indikasi-indikasi dugaan keberpihakan pemerintah terhadap Ahok.

Terlebih lagi statement Ahok, memang telah memasuki wilayah yang tidak bisa dibatasi ruang waktu yang amat sangat sensitif bagi keberagaman umat, terlepas dari segala hal terkait aturan bahasa yang ada. Namun memang tidak sepatutnya seorang pejabat publik terjun bebas ke wilayah yang sangat sensitif, mengeluarkan statement yang bersinggungan dengan isu-isu keagamaan, apalagi hal tersebut dilontarkan menjelang Pilgub DKI.

Diketahui, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang juga sekaligus penanggungjawab Aksi Bela Islam 313, KH. Muhammad Al Khaththath ditangkap polisi.

Selain Khaththath, Wakil Koordinator Aksi 313 Irwansyah, Presiden Asean Muslim Students Association Zainudin Arsyad, dan Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugraha juga turut ditangkap.  [Sujanews.com]

Comments