Anies: Hilangkan Kemiskinan Bukan Hilangkan Orang Miskin

Anies: Hilangkan Kemiskinan Bukan Hilangkan Orang Miskin

Sujanews.com —   Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengedepankan peremajaan kota daripada penggusuran terhadap masyarakat miskin yang tinggal di kawasan kumuh dan bantaran sungai.

"Yang akan kami lakukan bukan menghilangkan orang miskin, tetapi kemiskinannya. Selama ini orang miskin lemah dan tidak merasakan keadilan melalui penggusuran yang melanggar prosedur," kata Anies dalam Debat Calon Kepala Daerah DKI Jakarta di Gedung Bidakara,  Jumat (13/1/2017).


Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diselenggarakan pada 15 Februari 2017, diikuti tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN; Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Anies menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang ibu yang tinggal di pinggir Sungai Ciliwung. Ibu itu menceritakan bahwa ayahnya lahir di tempat itu.

Menurut Anies, itu menunjukkan bahwa mereka sudah berada di tempat itu bukan empat atau lima tahun, tetapi puluhan tahun selama beberapa generasi.

"Kami akan melakukan peremajaan kota dengan memperhatikan warga. Kami akan mengedepankan musyawarah dengan memperhatikan hak dan penghidupan warga. Peremajaan kota sudah dilakukan di berbagai tempat di dunia. Jakarta pasti juga bisa," tuturnya.

Anies juga menyinggung pembangunan kampung deret yang dijanjikan oleh Gubernur Joko Widodo lima tahun sebelumnya. Anies mempertanyakan realisasi janji itu saat Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai gubernur.

"Kami akan laksanakan janji yang tidak ditunaikan periode sebelumnya," ujarnya.

Debat pertama yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta bertema "Pembangunan Sosial Ekonomi untuk Jakarta" dipandu oleh jurnalis senior Ira Koesno.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para pasangan calon kepala daerah disusun oleh empat orang panelis, yaitu sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati, Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna dan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNJ Aceng Rahmat.

KPU DKI Jakarta mengagendakan tiga kali debat. Debat kedua akan diadakan pada 27 Januari 2017 dan ketiga pada 10 Februari 2017.  [HT/Sujanews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel