Cerita Jujur Aksi Bela Islam 4 November

Cerita Jujur Aksi Bela Islam 411 November

Sujanews.com —   Banyak banget statment yang bermunculan soal aksi 4 November. Apalagi dari mereka yang mencibir, menyudutkan dan mencela. Padahal mereka ikut aja engga, tapi seolah-olah jadi saksi mata.
Yaps, media dajjal yang sempat diusir masa aksi itu berhasil meracuni kepala mereka.

Alhamdulillah saya bangga ikut dalam barisan 4 November kemarin. Hampir sejuta muslim berkumpul, semua merasa saudara, siapa saja yang lewat ditawari makan, minum, snack. Konsumsi berlimpah dimana-mana. Saling sapa saling menggemakan takbir!! Rasa cinta sesama muslim tiba-tiba merasuk, darah semakin mendidih saat suara takbir mereka masuk dalam telinga!!

Sholat jumat diaspal, khotib berceramah diatas baraccuda, ini semua menjadi pengalaman bersejarah yang tidak akan saya lupa.

Saya longmarch bersama kawan-kawan HMI sampai akhirnya berada dibarisan terdepan yang dijaga kawat besi dan barikade polisi. Merinding saat naik ke atas mobil sounds dan melihat masa ke belakang. Banyak banget!! Siapa yang sanggup bayar masa sebanyak ini? Jelas kekuatan Maha Dahsyat yang menggerakan mereka!!

Keributan kecil

Saya tidak bisa berbohong, memang beberapa kali kawan-kawan saya dari HMI terprovokasi, melempar aqua kosong, dan mencoba menyingkirkan kawat-kawat berduri.

Tapi alhamdulillah, mampu diredam oleh Laskar FPI maupun kawan-kawan HMI yang tidak ingin adanya kericuhan.

Setiap kami terprovokasi, selalu berhasil diredam oleh temen-temen FPI maupun oleh ketua-ketua Kader HMI itu sendiri. Karena keributan kecil itu bukan kemauan dari HMI, beberapa kali mobil komando dari HMI meminta kader-kader yang panas itu untuk tenang.

Itu lah keributan-keributan kecil yang terjadi, tidak ada keributan besar yang berarti sampai jam menunjukan pukul 7 malam.

Tiba-tiba ricuh

Saya dan sebagian temen-temen menarik diri untuk mundur dan pulang. Tapi masih ada sebagian yang berada dibaris terdepan duduk-duduk, karena memang mobil komando HMI dan Mobil Innova yang membawa konsumsi terjebak tidak bisa lewat, sebab masa dari baris belakang masih banyak sekali.

Setelah berjalan kira-kira sejauh 4 Kilometer kami sampai di bis rombongan, terdengar berita telah terjadi kericuhan. Langsung saja Kami memerintah kan supir untuk bergegas kembali menuju titik ricuh. Mobil parkir dipatung kuda, Kami berlari untuk melihat kondisi sebagian kawan-kawan yang masih terjebak disana.

Sesampainya didekat titik ricuh keadaan terlihat amat panik dan kacau. Langit berwarna merah, biru dan mengepulkan asap. Mobil ambulan hilir mudik membunyikan sirena darurat untuk mengevakuasi korban. Banyak masa berhamburan, makin berlari ke titik ricuh makin mencium bau menyengat yang memerihkan mata, gas air mata menyebar mengisi ruang-ruang udara.

Penyebab kericuhan

Setelah kericuhan itu selesai Kami kembali bergegas pulang.

Berdasarkan saksi mata dititik kejadian yang saya minta keterangannya, provokasi terjadi ketika ada ledakan petasan diudara sebanyak 2 kali, aneh juga sih tiba-tiba ada petasan meledak di udara, pertanyannya dari mana arah petasan itu tidak ada yang tau. Karena tiba-tiba meledak diatas. Keren ya petasannya? Seperti petasan canggih yang memang dirancang khusus untuk memprovokasi. Apakah mungkin petasan ini berasal dari masa HMI? Padahal jelas mereka hanya membawa bendera yang diikat pada bambu belah sepanjang 1,2 M. Apakah mungkin petasan ini dari pihak FPI? Padahal Saya menjadi Saksi bagaimana Laskar FPI selalu berupaya menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Entah lah petasan gaib dari mana itu, saya tidak ingin berspekulasi disini.

Pasca ledakan itu tiba-tiba ada masa yang entah dari mana merangsek ke depan masa HMI, tau-tau ribut sama polisi, gebukin tameng polisi pake bambu rotan. Diantara mereka ada yang pake celana pendek!! Jelas ini masa diluar HMI dan FPI.

Panggung Ulama

Pertama polisi menembaki gas air mata ke masa HMI yang sudah mulai terprovokasi karena melihat keributan yang terjadi di depan, tapi entah maksudnya apa, tembakan gas air mata yang kedua ditembakan kearah panggung orasi ulama dan tokoh!! Syeikh Ali Jaber, Ust. Arifin Ilham dan Habib Rizieq serta yang lainnya menjadi korban.

Melihat kejadian itu, masa FPI yang sedari awal berusaha membantu polisi untuk mengamankan situasi malah berbalik tak terkendali.

Dum..dum..dum..
Suara tembakan itu kemana-mana. Udara dipenuhi racun yang memuakkan.. Masa berhamburan..korban berjatuhan.. Pecah lah kericuhan.. Oleh:Febriansyah Ramadhan  Sujanews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel