Beredar Video 'Drama' Ahok & Nusron, Netizen: Jangan Mau Dibohongi & Dibodohi Pakai Video Permintaan Maaf, Lawan!

Beredar Video 'Drama' Ahok & Nusron, Netizen: Jangan Mau Dibohongi & Dibodohi Pakai Video Permintaan Maaf, Lawan!

Sujanews.com —  Pejawat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) membenarkan adanya video Nusron Wahid yang menasehati ia untuk segera insyaf. Video tersebut beredar di akun resmi Facebook Ahok-Djarot.

Namun Ia tidak mau berkomentar banyak tentang video tersebut. Ketika ditanya wartawan, Ahok hanya tertawa. "Yaaa, temen lah, nasehatin. Di lembang dia ngomong. Ada temen dia upload, ya udah lah upload aja," kata Ahok usai menghadiri acara Ulang Tahun Kosgoro ke-59 tahun di Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

Dalam video tersebut tampak, Ahok dan Nusron sedang berbincang. Nusron memakai baju batik lengan panjang warna cokelat, sementara Ahok memakai kemeja kotak-kotak.

Dalam video yang berjudul Nasihat untuk Pak Ahok, Nusron menyarankan agar Ahok mau meminta maaf dengan serius terkait pernyataan surat Al Maidah ayat 51. Ahok tampak menerima nasihat dari Nusron dan tidak ada pembelaan yang dia utarakan saat dinasehati Nusron.

Menanggapi video tersebut, seorang netizen bernama Ferry D. Putra berkomentar di facebook dengan menyinggung dan menyarankan kepada publik agar jangan mau dibohongi pakai video permintaan maaf.

Selengkapnya, berikut kutipan Ferry D. Putra melalui facebooknya:

Kenapa tidak dari dulu di masa-masa awal melakukannya?

Kenapa harus menunggu dihantam sana-sini dulu?

Kenapa harus menunggu energi bangsa ini terkuras dulu?

Kenapa harus menunggu elektabilitas turun sampai angka 10 persen dulu?

Kenapa harus menunggu bos Lippo memakai peci dan sowan ke PBNU dulu?


Maka jangan salahkan publik kalau kemudian mereka menilai bahwa permintaan maaf ini tidak tulus dan hanya sandiwara belaka.

Konsultan politiknya Ahok tahu betul bahwa orang Indonesia itu mudah tersentuh perasaannya.

Karena itu saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, berhati-hatilah dengan jebakan dan tipuan politik. Tidakkah kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah bahwa ada orang yang rela melakukan ini dan itu semata hanya agar terlihat merakyat, tapi begitu terpilih rakyat dilupakan dan dipinggirkan. Jangan tertipu berkali-kali. Belajarlah dari pengalaman.

Jangan dikasih kendor. Kencangkan terus perlawanan. Kita harus membuat people power benar-benar diperhitungkan oleh penguasa yang dzalim dan arogan. Sekali kita mundur maka seterusnya kita akan dipecundangi.

Jangan mau dibohongi dan dibodohi pakai video permintaan maaf.

Lawan! [pm]  Sujanews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel