Tips Mencari Jodoh Islami Guna Mengantarkan pada Pasangan Sejati

Tips Mencari Jodoh Islami Guna Mengantarkan pada Pasangan Sejati

Sujanews.com — “Jodoh di tangan Tuhan!” Itulah yang banyak dikatakan oleh sebagian orang ketika dihadapkan pada persoalan mencari jodoh islami. Hanya saja, sebaiknya perkataan ini tidak membuat sebagian dari kita untuk tak melakukan usaha dalam menjemput jodoh tersebut. Islam memberikan aturan mengenai cara mencari jodoh islami untuk dapat mengantarkan sosok muslim pada pasangan sejatinya.

Islam memang memberikan batasan mengenai cara yang baik agar seseorang dapat menjemput jodohnya. Batasan ini adalah aturan dan juga contoh perbuatan yang telah disebutkan di dalam hukum syara’. Mari kita simak beberapa cara mencari jodoh islami berikut!

1. Menjadi Sosok yang Islami

Bisa jadi benar sebuah perkataan bahwa jodoh kita adalah cerminan dari kita. Diri kita dan pasangan nantinya juga akan menentukan kualitas dari anak-anak keturunan kita. Oleh karena itu, lebih baik lagi jika kita menjadi sosok yang islami atau lebih islami lagi. Inilah yang dikatakan sebagai perbaikan diri.

Sebagai muslim, kita semua memiliki kewajiban untuk menjalankan syariat Islam. Menjadi sosok islami tentu saja dicerminkan dengan kualitas keimanan kita, yaitu ketaatan dan ketundukan kita pada syariat Islam yang telah diturunkan Allah. Ketika sudah memutuskan untuk mencari jodoh islami, tentu saja kita pun sebaiknya mulai memperbaiki diri. Jalankan semua aturan Allah, terutama dalam hal kehidupan pria dan wanita atau nizhomul ijtima’iy.

Islam telah mengatur kehidupan pria dan wanita, seperti cara wanita dan pria bertemu dalam kehidupan umum, yaitu tidak berkhalwat, atau wanita memiliki kewajiban untuk menutup aurat dengan jilbab saat keluar rumah. Peraturan seperti inilah yang sebaiknya dilakukan. Dengan begitu, kita akan menjadi sosok yang islami.

2. Tetapkan Niat

Niat akan menentukan perbuatan yang dijalankan setiap manusia. Niat pula yang menjadi inti dari ibadah. Begitu pula dengan keinginan untuk mencari jodoh islami. Setiap muslim harus menyadari alasan keinginan menikah ini muncul.

Ada banyak niat yang memang diperbolehkan di dalam menikah, seperti seorang pria ingin mendapatkan wanita yang halal bagi dirinya atau seorang wanita ingin segera memiliki suami agar dapat segera berbakti kepada suami. Hal itu karena ia tahu bahwa kehidupan istri lebih banyak mengantarkan pada surga bagi seorang wanita jika dijalankan dengan benar. Tetapkanlah niat yang baik sehingga nantinya akan mengantarkan pada hal yang baik pula.

3. Taaruf untuk Berkenalan

Islam memberikan aturan bahwa di dalam Islam tidak ada pacaran. Dalam mencari jodoh islami, Islam memperbolehkan taaruf atau perkenalan. Perkenalan ini pun juga harus dalam koridor aturan Islam. Taaruf bisa melalui perantara ataupun langsung, misalnya ada teman kita yang mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin bertaaruf dengan kita atau ada seseorang yang langsung mengatakan ingin berkenalan dengan kita.

Taaruf ini bertujuan agar satu sama lain dapat saling mengenal dan mengetahui visi dan misi kehidupan pernikahan. Taaruf ini nantinya akan mengantarkan kemantapan atau kemauan untuk melanjutkan pada khitbah/peminangan atau sebaliknya, malah memunculkan rasa tidak ingin untuk melanjutkan proses ini.

Dalam menjalankan taaruf, sangatlah penting mengetahui hal yang boleh dilakukan dan tidak, misalnya jika bertemu, si wanita harus ditemani dengan mahramnya. Ketika si pria melihat, tentu saja tidak dengan gairah yang dapat mengantarkan pada syahwat.

4. Tak Lupa Berdoa

Doa adalah senjata kaum muslim yang beriman karena dengan doa, Allah akan mengabulkannya. Oleh karena itu, banyak-banyaklah berdoa. Mintalah jodoh yang diinginkan. Berharaplah bahwa Allah akan segera mendatangkan jodoh itu.

Nah, demikianlah Islam mengatur cara mencari jodoh islami. Semoga cara mencari jodoh islami di atas dapat mengantarkan pada pasangan sejati, pasangan yang kekal dunia dan akhirat. Amin. Wallahualam bissawab.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel