Karakter Pemimpin Pada Diri Rasulullah SAW

Karakter Pemimpin Pada Diri Rasulullah SAW

Sujanews.com — Muhammad saw. satu nama yang menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya. Satu nama yang ketika kelahirannya mengeluarkan cahaya menerangi istana-istana di negeri Syam. Berhala-hala berjatuhan, istana Kisra terguncang dan api persembahan Persia pun padam. Ialah nama yang merajai deretan nomer satu sebagai manusia yang paling berpengaruh di dunia sampai detik ini. Apa yang membuatnya bisa seperti itu? Ya, karakter pemimpin yang ada di dalam dirinya dan yang beliau terapkan semasa hidup.

Seorang pemimpin agama dan juga pemimpin negara yang paling dihormati di dalam Islam. Figur Rasulullah saw. merupakan seorang contoh pemimpin yang penuh dengan kebaikan, kebaikan, dan kebaikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Quran;

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab:21)

Lalu karakter apa saja yang dapat kita teladani dari diri Rasulullah saw.? Ada empat sifat utama yang telah banyak dibahas di semua hadis dan tentu saja disebutkan di dalam Alquran yaitu; Sidiq, Amanah, Tablig, dan Fathonah. 4 karakter utama pada diri Rasulullah saw. ini mengantarkannya pada level manusia yang tak tertandingi sampai hari ini.


1. Sidiq
Dalam bahasa Indonesia berarti Jujur. Setiap dari kalian yang merupakan pemimpin hendaknya memiliki karakter pemimpin yang kejujuran. Tidak ada celah untuk berbohong karena satu kebohongan akan mengarah pada kebohongan lain yang tentu saja akan mencelakakan mereka yang kalian pemimpin. Kejujuran akan mengantarkan setiap dari kalian pada kebaikan. Mereka yang kalian pimpin akan menaruh rasa hormat kepada pemimpinnya karena mereka tahu dan terbukti memiliki kualitas kejujuran yang tinggi. Kejujuran ini harus berada pada dua sisi yaitu jujur perkataannya dan sikapnya. Semua yang dikatakannya merupakan kebenaran dan semua yang dilakukannya merupakan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya kejujuran.

“Jauhilah dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan membawamu kepada kebajikan dan kebajikan membawamu ke surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Amanah
Amanah merupakan suatu karakter yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan karakter pemimpin ini maka setiap pemimpin akan menjaga dan menjalankan semua kepercayaan yang telah diberikan oleh orang yang ia pimpin dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Muhammad saw. bahkan sebelum diangkat menjadi rasul telah menunjukkan kualitas pribadinya yang diakui oleh masyarakat Quraish. Beliau dikenal dengan gelar Al-Amien, yang terpercaya. Oleh karena itu ketika terjadi peristiwa sengketa antara para pemuka Quraish mengenai siapa yang akan meletakkan kembali hajar aswad setelah renovasi Ka’bah, meraka dengan senang hati menerima Muhammad sebagai arbitrer, padahal waktu itu Muhammad belum termasuk pembesar.

Dengan karakter pemimpin ini maka orang yang kalian pimpin akan merasa tenang dan nyaman dalam bekerja dengan kalian karena mereka mengetahui bahwasanya pemimpinnya adalah seorang yang menjaga amanah sehingga semua tanggung jawab akan ia laksanakan dengan baik.


3. Tablig atau Komunikatif
Komunikasi merupakan suatu kemampuan yang erat dan dekat dengan semua sosok pemimpin. Pemimpin yang baik harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik karena yang ia hadapi adalah manusia yang memiliki banyak kecenderungan dan ragam pendapat. Kemampuan komunikasi ini juga akan membawa perdamaian dan rasa nyaman kepada semua orang yang mereka pimpin karena kemampuannya bisa ia pakai untuk menyatukan pendapat dan menyamakan persepsi satu sama lain.


4. Fathonah
Fathonah sendiri dapat diartikan sebagai Cerdas. Dia yang diberi amanah sebagai seorang pemimpin haruslah memiliki kemampuan paling tidak sama dengan orang yang mereka pimpin, namun alangkah lebih baik jika ia memiliki kecerdasan di atas yang dipimpin karena masalah yang akan ia hadapi akan beragam. Kecerdasannya akan membantu dia dalam memecahkan semua masalah yang terjadi di tubuh organisasi atau tim yang dia pimpin. Pemimpin yang cerdas tidak akan membiarkan masalah berlangsung lama, karena dia selalu tertantang untuk menyelesaikan masalah tepat waktu.

Demikian karakter pemimpin pada diri Rasulullah saw. yang masing-masing dari kita dapat teladani sehingga kita menjadi pemimpin yang baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel