Ahok: Jangan Pilih Calon Gubernur yang Bermulut Besar!

Ahok: Jangan Pilih Calon Gubernur yang Bermulut Besar!
Sujanews.com — Sang Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap agar masyarakat DKI tidak tertipu dengan janji-janji manis para peserta Pilkada DKI. Ia juga mengimbau agar masyarakat tak memilih Gubernur yang bermulut besar dan hanya pencitraan saja.

"Ini penting sehingga tidak ada lagi rakyat yang ketipu dengan orang yang cuma pintar ngomong teori-teori doang. Semua jualan kecap nomor 1, kecap nomor 1," kata Ahok di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta Selatan, Sabtu  1 Oktober 2016.

Ahok mengatakan, para pasangan calon lawannya di Pilkada DKI tidak memiliki bukti kerja nyata dalam memimpin daerah. Untuk itu ia berharap dalam kampanye nanti, semua calon harus bertarung gagasan untuk membangun DKI.

"Tapi kamu pernah kerja enggak, punya bukti enggak? Nah ini perlu kita lakukan. Semua harus menjual rekam jejak, menjual bukti, termasuk keuangannya
semua mesti transparan," ujar Ahok.

Ahok menegaskan, para peserta Pilkada baik Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tidak mengandalkan pencitraan.

Penegasan Ahok ini bagi barisan pemujanya terasa "baik dan benar". Apakah benar demikian?

1. Di antara pasangan petahana dan 2 pasangan calon lainnya, justru pasangan petahana lah yang paling banyak tipu-tipu dan paling bermulut besar.

2. Ahok minta rekam jejak pimpin daerah. Sylviana Murni, calon wagub pasangan Agus Yudhoyono pernah tercatat memimpin Jakarta Pusat, sebagai walikota. Tak main -main, sebagai walikota Jakarta Pusat, beliau bertanggung jawab atas keselamatan istana kepresidenan dan beberapa objek vital nasional. Jadi tak ada alasan untuk meragukan rekam jejak pasangan Agus - Sylviana. (baca: Sebarkanlah! Inilah 20 Dosa Ahok Pada Umat Islam Jakarta, No 7 paling Parah!)

3. Soal keuangan, publik jelas bisa melihat, kasus-kasus korupsi yang melibatkan Ahok. Mulai dari pembelian lahan milik pemprov, mark up harga tanah, dan penggunaan diskresi yang hasilnya tak masuk ke mas pemprov.

Jadi bila Ahok berkoar-koar agar rakyat tak memilih pemimpin yang bermulut besar, sebenarnya Ahok sedang menempelkan tulisan di kepala dan dadanya dengan huruf kapital : JANGAN PILIH SAYA!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel