Ads Top

4 Dampak Buruk Marah Bagi Kesehatan

4 Dampak Buruk Marah Bagi Kesehatan

Sujanews.com —Bentuk emosi paling umum yang sering memengaruhi kesehatan, perilaku, dan hubungan antar pribadi seseorang adalah marah. Marah merupakan emosi dasar yang muncul ketika salah satu motif dasar atau keinginan penting seseorang yang harus dipenuhi terhambat.  Peningkatan intensitas marah pada seseorang biasanya dimulai dari rasa tidak suka, rasa tersinggung, hingga marah yang meledak-ledak (murka). Ketika rasa marah ditahan dan dipendam, hal ini akan mengganggu ketahanan jiwa, kesehatan fisik, dan spiritual karena marah yang berhubungan dengan perasaan dan pikiran akan menjadi tekanan psikis ketika tidak diekspresikan. Namun, ketika marah diekspresikan dengan berlebihan juga memberi dampak buruk terhadap kesekatan jasmani dan rohani seseorang.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., “Bahwa seorang lelaki berkata kepada Nabi Muhammad saw., ‘Berilah aku wasiat.’ Beliau berkata, ‘Janganlah marah.’ Beliau mengulangi wasiat itu. Nabi Muhammad saw. mengatakan, ‘Janganlah marah.’” Sabda lain nabi Muhammad saw. tentang pesan beliau agar seseorang tidak marah diriwayatkan dalam hadis sahih al-Jami’ yang berbunyi, “Janganlah marah, maka bagimu adalah surga.” Selain itu, pepatah kuno dari negeri Arab juga menguatkan alasan kita untuk jangan marah dan berusaha untuk menahannya ketika rasa itu muncul dalam kehidupan sehari-hari, permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

Tentu terdapat alasan yang sangat kuat ketika Islam menganjurkan seseorang untuk tidak meluapkan marah secara berlebihan. Secara umum, ketika marah seseorang tidak sadar yang dia lakukan dan dikatakan. Selain itu, sebagian besar adalah tindakan dan perkataan tersebut menyinggung perasaan orang lain di sekitarnya. Hal ini secara tidak langsung dapat menyebabkan rusaknya hubungan antara diri dan orang lain. Namun, secara khusus, marah dapat memberikan dampak negatif yang begitu banyak, terutama bagi kesehatan seseorang yang marah.

Rasa marah akan memacu peningkatan hormon adrenalin dalam darah yang selanjutnya akan memacu jantung untuk bekerja dan berdetak lebih cepat dibandingkan dengan seseorang yang memiliki emosi normal dan terkontrol. Ketika rasa marah yang tidak dikendalikan dengan baik berlangsung dalam waktu yang lama, potensi pembengkakan jantung akan lebih besar dan dapat berujung pada penyakit jantung koroner yang kita ketahui penyakit tersebut menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di banyak negara. Selain dampak negatif bagi kesehatan jasamani, pada dasarnya terdapat alasan gangguan kesehatan rohani yang membuat kita agar jangan marah demi kesehatan diri kita sendiri. Rasa marah akan membuat emosi kita tidak stabil yang jika diteruskan akan membuat kita bertindak dan berkata yang tidak sepantasnya dan nantinya akan berdampak buruk pada pengendalian diri yang buruk.

    Amarah berkepanjangan dapat memicu pembengkakan jantung

Banyak ilmuwan maupun ahli medis yang menyatakan bahwa marah menjadi salah satu sumber berbagai penyakit. Salah satunya diungkapkan oleh Ellen G. White, “Memberi kesempatan bagi emosi yang ganas sangat membahayakan kehidupan. Banyak orang yang meninggal karena ledakan amarah dan nafsu.” Bahkan, penyataan ini diperkuat dengan adanya penelitian di Pensylvania pada tahun 1999 yang disampaikan oleh Muller dari University of Kentucky Medical Center Lexington. Diketahui bahwa 300 dari 331 pasien (90,6 %) yang mengikuti penelitian tersebut terbukti secara klinis memiliki perasaan marah jika diukur menurut skala Cook Medley Hostily. Menurut penelitian tersebut, 6 dari 7 penderita depresi (85%) yang meninggal dalam waktu 6 bulan setelah serangan infark diketahui menyimpan perasaan marah (anger in). Demikian juga dengan 13 dari 14 pasien yang meninggal (92%) 12 bulan setelah mengalami infark. Dengan demikian, tampaknya semakin lama disimpan dampak perasaan marah ini akan semakin fatal bagi kesehatan (Republika, 1999). Berikut adalah beberapa penyakit berbahaya yang menyadarkan kita agar jangan marah demi kesehatan kita:

1.   Gangguan Tidur

Tidur merupakan kebutuhan penting dan dasar untuk menjaga kesehatan seseorang. Dengan tidur, tubuh ataupun pikiran kita akan beristirahat dan memperbaharui sel-sel serta saraf sehingga ketika bangun, tubuh dan pikiran kita siap untuk melakukan aktivitas dengan baik. Marah sangat memengaruhi pikiran dan seringkali pikiran yang dipenuhi dengan emosi akan menyebabkan kita tidak bisa tidur. Hal ini akan membuat tubuh dan pikiran tidak cukup energi untuk menghadapi hari yang akan mengganggu produktivitas diri. Selain itu, kurang tidur dapat menurunkan imun atau ketahanan tubuh seseorang sehingga orang yang kurang tidur akan mudah terkena penyakit. Mungkin penyakit yang datang bermula dari penyakit biasa, seperti flu, demam, dan batuk. Akan tetapi, kalau hal ini berlangsung lama dan memburuk, kurang tidur akan mendatangkan penyakit yang lebih berbahaya.

2.   Stres

Dampak yang muncul pada seseorang setelah marah adalah stres. Perlu diketahui bahwa stres berat bisa menyebabkan seseorang “lumpuh”, merasa tidak bahagia, dan seolah-olah tidak lagi berdaya atas dirinya. Perlu diketahui bahwa stres berat dapat mengganggu pola pikir seseorang. Seseorang dengan tingkat stres yang tinggi akan merasa dirinya tidak dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, bahkan bagi dirinya sendiri. Secara tidak langsung, stres berat akan membuat diri seseorang “lumpuh” karena produktivitas mereka akam menurun, bahkan hilang. Selain itu, berbagai potensi penyakit, seperti diabetes, depresi, hingga tekanan darah tinggi juga akan meningkat.


3.   Hipertensi

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa marah memicu hormon adrenalin dan kerja jantung yang jika terjadi secara berlebihan dan terjadi dalam waktu yang lama pada akhirnya akan meningkatkan potensi penyakit jantung koroner. Secara umum, kita tahu bahwa penyakit jantung koroner, pembengkakan jantung, dan stroke sangat berhubungan dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bisa dikatakan bahwa penyakit-penyakit berbahaya tersebut biasanya diawali dengan hipertensi. Perlu diketahui bahwa marah menjadi salah satu faktor penyebab hipertensi. Hipertensi muncul ketika tekanan yang berlebihan dalam pembuluh darah. Kombinasi tingginya kadar kortison dan adrenalin yang dapat muncul ketika marah dapat meningkatkan tekanan darah karena detak jantung yang tinggi dan melemahnya pembuluh darah.


4.   Kanker

Lebih lanjut, efek jangka panjang lain yang muncul karena rasa marah dalam diri adalah kanker. Kita tahu bahwa kanker menjadi satu penyakit yang dapat menyerang bagian tubuh mana pun dengan cepat. Dikatakan bahwa keadaan marah yang berkepanjangan dan sporadis dalam keseharian bisa mempercepat perkembangan sel kanker serta mempercepat metastasis (proses penyebaran sel kanker).

Kesehatan adalah aset paling besar pada diri. Dengan sehat, kita dapat menjadi diri yang produktif dengan berbagai aktivitas yang berguna. Oleh karena itu, menjaga kesehatan harus selalu diusahakan sebaik mungkin. Selain menjaga kebersihan dan pola makan yang sehat, kita juga harus berusaha untuk menjaga emosi kita. Kontrol emosi tidak hanya menjadi upaya menjaga kesehatan rohani, tetapi juga kesehatan jasmani. Dari penjelasan di atas, kita ketahui bahwa marah sebagai bagian emosi dasar manusia dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari gangguan tidur yang ringan hingga penyakit kanker yang mematikan. Oleh karena itu mari kita usahakan untuk jangan marah demi kesehatan diri kita sendiri.(am/Sujanews.com)


FOLLOW

    


loading...



Powered by Blogger.