Tokoh Tionghoa Ini Ajak Masyarakat Lawan Kezaliman Ahok

Tokoh Tionghoa Ini Ajak Masyarakat Lawan Kezaliman Ahok 
Sujanews.com — Ketua Komite Tionghoa Anti-korupsi (Komtak) Liues Sungkharisma, menegaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak mencerminkan perilaku warga Tionghoa.

"Kata senior-senior Tionghoa, itu sih bukan bukan orang Tionghoa dia (Ahok) loh. Orang Tionghoa bisa diterima di seluruh dunia, bisa rukun, menghormati sebagai pendatang, dan sifatnya cincai. Tidak mau ribut, ya sudahlah cincai," kata Liues dalam konferensi pers Musyawarah Besar Warga Jakarta di Pondok Penus, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (15/9/2016).

"Tapi Ahok no excuse. Sepertinya dia paling hebat, paling bersih. Kalau benar bersih itu mending. Ini busuknya juga kelihatan," tambah dia.


Pernyataan keras itu, disampaikannya ketika menjelaskan arogansi Ahok dalam menangani penggusuran di Jakarta yang berani menabrak proses hukum. Serta diskriminasi Ahok kepada Bamus Betawi karena aspirasi kelompok Betawi itu berbenturan dengan kepentingan Gubernur DKI Jakarta.

Liues menilai Ahok bersikap sombong, padahal sejak awal masyarakat Jakarta sudah menerima dia sebagai gubernur menggantikan Joko Widodo. Tidak banyak yang memprotes.

"Tapi Ahok sesumbar, mengancam akan menggusur, tidak usah pilih saya," tuturnya.

Sebelumnya, Liues juga menegaskan bahwa masalah Ahok bukan masalah personal, tetapi sudah masalah kebangsaan

"Ini masalah pride, harga diri," cetusnya.

Oleh karena itu, dia mengajak semua komponen masyarakat untuk melawan kezaliman Ahok. Sebab, persoalan tersebut sudah menjadi permasalahan kebangsaan.

"Persis seperti zaman penjajahan, covernya mensejahterakan rakyat. Padahal, selama Ahok pimpin orang miskin di Jakarta bertambah. Saya saksikan sendiri di Kampung Akuarium,ibu-ibu jual soto penghasilannya bagus, begitu digusur Ahok, habis," tutupnya.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel