Tokoh dan Ulama Gelar Rapat Luar Biasa Sikapi Terbelahnya Calon Gubernur Muslim

Tokoh dan Ulama Gelar Rapat Luar Biasa Sikapi Terbelahnya Calon Gubernur Muslim

Sujanews.com — Sejumlah tokoh dan ulama menggelar "Rapat Luar Biasa Umat Islam," menyatukan dua kubu calon gubernur Muslim untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta, rapat yang diinisiasi Pengawal Risalah Istiqlal (Perisai) dilaksanakan di Masjid Al-Barkah, Asy-Syafii, Tebet, Jumat 23 September 2016.

"Kita mengingkan gubernur Muslim, tapi gubernur Muslim yang baik bukan sekadar Muslim," kata Ustadz Bachtiar Nasir, sebagai salah satu pimpinan rapat, di lokasi rapat.

Ustadz Bachtiar menilai, terbelahnya gubernur Muslim menjadi lebih dari satu calon akibat ego setiap partai yang mengedepankan kepentingan politik masing-masing.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjadi tim sukses gubernur Muslim kubu manapun. Karena, sejak awal Ustadz Bactiar memposisikan gerakan politik yang dilakukan ulama adalah bentuk nahi munkar.

"Gerakan ini adalah gerakan moral untuk mendorong kemenangan gubernur Muslim," terangnya.

Sementara itu, ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menyarankan agar ulama dan tokoh umat Islam segera mendekati kedua kubu politik yang mencalonkan gubernur Muslim. "Semoga ini menjadi usaha terakhir untuk menyatukan calon gubernur Muslim. Karena bagaimanapun satu calon gubernur Muslim itu opsi yang terbaik untuk umat," ucap Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah itu.

Namun, lanjutnya, bila dua kubu gubernur Muslim menolak saran ulama untuk bersatu, Ustadz Zaitun meminta para ulama untuk tidak secara terbuka menjadi tim kampanye secara langsung atau tidak langsung.

"Ini untuk menjaga independensi ulama di mata umat, dari kandidat dua kubu gubernur Muslim," tutur dia.

Adapun, Ustadz Muhammad Al-Khaththath mendorong agar ulama dan tokoh tetap mendukung dua kubu gubernur Muslim seandainya kedua kubu tidak bisa disatukan.

"Kita dekati dua kubu agar masing-masing serius mengalahkan Gubernur Petahana, jadi kedua kubu jangan dianggap Musuh," terangnya.

Rapat di dahului oleh doa bersama di pimpin oleh KH.Abdul Rasyid Abdullah Asy-syafii. Rapat sendiri di hadiri oleh sejumlah tokoh, ulama, dan Habaib serta ormas Islam, di antaranya Prof. Amien Rais, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Muhammad Al Khaththath, Ustadz Zaitun Rasmin, KH. Abdul Rasyid Abdullah Asy-Syafii, Taufan Maulamin, Dr. Amir Faishol, Habib Mukhsin Alatas, ustadz Sambo. Sementara dari ormas yaitu, GMJ, MPJ, FPI, Dewan Masjid Indonesia, dan lain sebagainya.

Rapat dengar pendapat masih berlangsung hingga kini, rencananya Perisai pada hari ini akan segera mendatangi kedua kubu untuk mengupayakan penyatuan.*

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel