Ads Top

Tim Media Gerindra: Umat Islam Pilih Ahok 40 Persen

Tim Media Gerindra: Umat Islam Pilih Ahok 40 Persen

Sujanews.com — Persentase masyarakat yang beragama Islam di DKI yang akan memilih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk Pilgub mendatang ternyata cukup tinggi. Kisaran angkanya hampir mendekati 50 persen.

“Kami sampaikan bahwa yang akan memilih Ahok dengan latar belakang agama Islam itu sebanyak 40 persen. Dari agama Konghucu dan lain-lainnya masih 50:50, ada yang memilih dan tidak memilih,” demikian kata Satya Eko dari Tim Media online Gerindra, Rabu (7/09/2016), di gedung DPP. Hal ini ia nyatakan setelah tim dari Gerindra melakukan survey.

Sedangkan dari pemilih gender, wanita yang memilih Ahok juga cukup tinggi. “Pemilih Ahok itu hingga 60 persen wanita. Dan ini masih kami kaji mengapa hal itu dapat terjadi,” sambungnya.

Sedangkan jika dilihat dari usia, pemilih Ahok cenderung menurun. Justru yang meningkat itu Sandiaga Uno. “Ini keuntungan untuk Uno. Ahok lemah di usia pemilih di usia 40 tahun ke atas,” tambahnya.

Dilihat dari pemilih partai, yang mengejutkan menurutnya adalah PKS. Sebanyak 20 persen akan memilih Ahok. Sedangkan untuk PAN, ia katakan 100 persen berbalik, yakni mendukung Sandiaga Uno. “Dari sisi partai, PKS 20 persen memilih Ahok pada tahun 2014. Cukup mengejutkan memang. Untuk PAN 100 persen memilih Sandiaga Uno. Begitupula dengan Gerindra sendiri justru 60 persen memilih Ahok pada tahun 2014,” katanya.

Namun demikian, suara Uno perlahan meningkat untuk saat ini. Akan tetapi menurutnya itu belum cukup. Mengingat hanya beberapa persen saja naiknya.

Untuk itu ia menyarankan kepada kader yang hadir agar dalam mengenalkan Uno ke masyarakat tidak melakukan informasi SARA. “Perbanyak konteks rasionalnya saja. Jangan SARA. Jangan katakan Ahok itu Cina dan agamanya. Yang perlu diangkat itu misalkan yang baru-baru ini kasus Rawajati. Angkat bahwa di sana air dan listrik saja masih membeli. Lalu soal rumah susun yang diberikan tetapi kenyataannya dalam waktu 3 bulan penghuni justru wajib membayar. Lalu melalui kebijakannya yang dominan berpihak kepada para pengembang,” tutupnya.


FOLLOW

    


loading...



Powered by Blogger.