Ads Top

Bom Guncang New York, 29 Orang Terluka

Gom Guncang New York, 29 Orang Terluka

Sujanews.com — Sebuah ledakan mengguncang kawasan ramai Chelsea  di Manhattan, New York,  pada Sabtu malam 17/9. Ledakan diduga bom melukai sedikitnya 29 orang, dan pihak berwenang mengatakan mereka sedang menyelidiki ledakan sebagai tindak pidana dan  tidak segera terkait dengan organisasi teror.

Walikota New York Bill de Blasio dan pejabat kota lainnya mengatakan, penyidik telah mengesampingkan kebocoran gas alam sebagai asal ledakan itu.  "Tidak ada bukti pada saat ini koneksi teror," kata walikota dalam sebuah konferensi pers sekitar tiga jam setelah ledakan. Dia menambahkan, "Tidak ada ancaman spesifik dan kredibel terhadap New York City pada saat ini dalam waktu dari setiap organisasi teror."

Polisi mengatakan scanning lingkungan setelah ledakan  memuncukanl kemungkinan ledakan  dikendalikan "perangkat sekunder" jarak jauh.

CNN, mengutip sumber-sumber penegak hukum, melaporkan bahwa asal ledakan dari  pressure cooker dengan kabel yang melekat padanya dan terhubung dengan sesuatu menyerupai ponsel. Sepotong kertas dengan tulisan di atasnya ditemukan di dekatnya, demikian menurut akun CNN.

Sebuah sumber penegak hukum mengatakan penyelidikan awal menunjukkan ledakan Chelsea terjadi di tempat sampah tapi penyebabnya masih belum ditentukan. CNN mengutip sumber penegak hukum mengatakan mereka percaya  bom penyebab ledakan.

Sementara Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan, serangan bom di New York adalah tindakan terorisme. Namun, ia juga menyatakan, jika serangan itu tidak ada hubungan dengan kelompok internasional.

"Sebuah bom meledak di New York jelas merupakan aksi terorisme," kata Cuomo. Namun Cuomo mengatakan tidak ada organisasi internasional seperti ISIS telah mengklaim berada di belakang kejadian itu.

Cuomo mengatakan ledakan bom telah menyebabkan kerusakan yang signifikan. Meski begitu, ledakan yang terjadi pada Sabtu malam di Manhattan itu melukai 29 orang. Semua 29 korban yang cedera kini telah keluar dari rumah sakit. "Kami beruntung tidak ada korban jiwa," katanya.

Namun seorang pejabat AS mengatakan bahwa Joint Terrorism Task Force, sebuah kelompok antar pejabat federal, negara bagian dan lokal, dipanggil untuk menyelidiki ledakan Chelsea, menyarankan pemerintah tidak mengesampingkan kemungkinan koneksi teror. Sebuah gugus tugas gabungan juga memimpin dalam penyelidikan insiden New Jersey.

Presiden Barack Obama, yang sedang menghadiri makan malam kongres di Washington, "telah diberitahu tentang ledakan di New York City, penyebab yang masih dalam penyelidikan," kata seorang pejabat Gedung Putih.


FOLLOW

    


loading...



Powered by Blogger.